Samarinda, 31 Agustus 2026 — UPT Perpustakaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka membahas persiapan akreditasi perpustakaan serta serapan dan realisasi anggaran tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Plt. Kepala UPT Perpustakaan UINSI Samarinda, Ady Kaltry, S.Pd.I., dan diikuti oleh jajaran pengelola serta staf UPT Perpustakaan. Dalam rapat, dibahas sejumlah hal strategis yang berkaitan dengan kesiapan perpustakaan menghadapi proses akreditasi.
Pembahasan persiapan akreditasi mencakup kelengkapan dokumen, pemenuhan berbagai indikator penilaian, penguatan administrasi, peningkatan kualitas layanan, serta penataan sarana dan prasarana perpustakaan. Setiap bagian juga diarahkan untuk memastikan dokumen dan data pendukung dapat dipersiapkan secara lengkap dan sistematis.
Selain persiapan akreditasi, rapat membahas serapan dan realisasi anggaran UPT Perpustakaan tahun 2026. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan penggunaan anggaran, mengidentifikasi kegiatan yang telah terealisasi, serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Plt. Kepala UPT Perpustakaan menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama seluruh pengelola dalam menyelesaikan berbagai persiapan tersebut. Menurutnya, keberhasilan akreditasi tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan layanan dan tata kelola perpustakaan.
“Persiapan akreditasi harus dilakukan secara bersama-sama dan terarah. Setiap bagian perlu memastikan dokumen, data, serta pelaksanaan kegiatan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Di sisi lain, realisasi anggaran juga harus terus dipantau agar seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal,” ujar Ady Kaltry.
Melalui rapat koordinasi ini, UPT Perpustakaan UINSI Samarinda diharapkan semakin siap menghadapi proses akreditasi sekaligus mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran. Koordinasi secara berkala juga akan terus dilakukan untuk memantau progres dan memastikan setiap target yang telah ditetapkan dapat dicapai hingga akhir tahun 2026.