Menu Close

MEMPERINGATI HARI BUKU NASIONAL & HUT KE 46 PERPUSTAKAAN NASIONAL TAHUN 2026

SALAM LITERASI
(IQRA : Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Menuntut ilmu tiada henti sepanjang waktu. Bacalah buku sebagai jendela dunia agar kita semakin bisa)

Di Indonesia ada 2 momen bersejarah yang bersamaan tanggalnya yang diperingati setiap 17 Mei: Hari Buku Nasional & HUT Perpustakaan Nasional RI.

Dasar Hukum dan Sejarah Peringatan Hari Buku Nasional:
1. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0126/0/2002 tanggal 8 Juli 2002.
2. Dipilih 17 Mei karena bertepatan dengan tanggal pendirian Perpustakaan Nasional.
3. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 4 ayat 5 : Pendidikan diselenggarakan dengan membudayakan membaca dan buku menjadi salah satu sarananya.

Dasar Hukum dan Sejarah Peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI:
1. Keputusan Presiden No.11/1980, Mendirikan Perpustakaan Nasional RI pada 17 Mei 1980.
2. UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakan.

Maksud dan Tujuan Peringatan:
1. Literasi adalah pondasi ilmu dan pengetahuan.
2. Membudayakan membaca, perpustakaan menjadi pusat dan jantungnya ilmu bagi para penuntut ilmu.
3. Memberi apresiasi kepada para penulis buku, penerbit, pustakawan, dan pengelola perpustakaan karena mereka penjaga ilmu dan peradaban.
4. Menumbuhkan cinta pustaka dengan membaca buku, cinta perpustakaan sebagai pusat kunjungan wisata literasi yang nyaman.

Pandangan Islam Tentang Peringatan Hari Buku dan HUT Perpusnas:
1. Islam adalah agama yang perintah pertamanya adalah Iqra “bacalah”, dan ada perintah wajib menuntut ilmu, ilmu dimulai dengan membaca (QS. Al Alaq ayat 1).
2. Dengan membaca orang akan berilmu, dan Allah akan mengangkat beberapa derajat orang yang berilmu (QS. Al Mujadalah Ayat : 11).
3. Dalam catatan sejarah Islam, banyak ulama yang menulis karya buku yang sampai sekarang menjadi rujukan ilmu agama dan pengetahuan.
4. Pada masa kejayaan Islam, Perpustakaan sudah dikenal sejak 830 Masehi, Baitul Hilmah di Baghdad menjadi pusat riset masa Abbasiyah dengan koleksi terjemahan 1.000 naskah Yunani. Perpustakaan tertua di dunia, Al Qarawiyyin masih tetap beroperasi dan ribuan manuskrip dirawat oleh para ulama.
5. Islam berprinsip, bahwa ilmu harus dijaga, dicatat, dikumpulkan, diajarkan sebagai rujukan dan referensi karya-karya berikutnya, dan sarana itu adalah buku dan perpustakaan.
6. Membaca adalah perintah pertama Allah, dan buku adalah jalan dakwah.

Buku bukan sekedar tulisan di atas kertas, tapi jendela dunia, guru, sahabat setia, dan bekal seumur hidup.

Membaca untuk Bangsa, Menjaga Warisan Dunia.

Salam literasi, dari Perpustakaan UINSI: kunjungi dan bacalah.

Oleh :
Masnaja, Rasyid, dan Aulia Rahman bersama Library Squad UINSI Samarinda

Ahad, 17 Mei 2026

Bagikan
Translate »