Menu Close

Mengukir Jejak Digital: UPT. Perpustakaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ‘Sekolah’ Branding di Era Media Sosial

SAMARINDA, 4 Desember 2025 – Di tengah derasnya arus informasi digital, perpustakaan tak lagi bisa hanya mengandalkan koleksi fisik. Menyadari pentingnya ‘berinteraksi’ secara daring, UPT. Perpustakaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda menunjukkan langkah proaktif dengan mengikuti Workshop bergengsi, “Branding Perpustakaan melalui Media Sosial: Membangun Citra Positif dan Kedekatan Pengguna.”

Bertempat di Ruang Oemar Dachlan yang representatif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, acara ini menjadi ajang ‘sekolah’ kilat bagi pustakawan untuk menguasai medan pertempuran digital: media sosial.

🌟 Pustakawan Berubah Jadi ‘Content Creator’

Workshop yang digelar pada hari ini, Kamis, 4 Desember 2025, menghadirkan sosok kunci yang tidak asing dalam dunia literasi dan manajemen digital: IQBAL AJI DARYONO. Penulis dan Trainer Nasional Kepenulisan dan Manajemen Media Sosial yang didatangkan langsung dari Yogyakarta ini, memecah stereotip lama tentang perpustakaan.

Iqbal Aji Daryono menekankan bahwa media sosial adalah ‘etalase’ modern perpustakaan. Ia memaparkan strategi jitu tentang bagaimana mengubah unggahan biasa menjadi konten yang viral, informatif, dan yang terpenting, mampu membangun ikatan emosional dengan pengguna—terutama generasi Z dan Alpha.

“Perpustakaan bukan cuma tempat menyimpan buku, tapi harus menjadi ‘pusat cerita’ di media sosial. Citra positif tidak datang dengan sendirinya; ia harus dirancang melalui konten yang konsisten, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Iqbal dalam sesi yang penuh inspirasi.

💡 Visi Baru UINSI Samarinda: Perpustakaan Ramah Digital

Kehadiran perwakilan UPT. Perpustakaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dalam workshop ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cerminan dari komitmen institusi untuk bertransformasi.

Mereka membawa pulang bekal berharga, mulai dari teknik visual storytelling hingga cara mengukur efektivitas kampanye di Instagram, TikTok, dan platform lainnya. Tujuannya jelas: menjadikan perpustakaan UINSI sebagai ruang belajar yang modern, mudah diakses, dan memiliki citra yang hangat serta personal di mata seluruh civitas akademika.

Diharapkan, ilmu yang didapat ini akan segera diimplementasikan, menjadikan UPT. Perpustakaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sebagai pionir dalam membangun kedekatan dengan pengguna, satu post kreatif pada satu waktu.

Bagikan
Translate »